Home | About Us | Contact Us  
Google
 
  HEADLINES | OPINI FREDDY | OPINI PERS | ARTIKEL | PAKAR | DIALOG | FORUM  ID  EN   
   
    Headlines
    Opini Freddy
    Opini Pers
    Artikel
    Pakar
    Dialog Tokoh
    Forum Indonesiasatu
    Otonomi Daerah
    Berita Anda
    Pidato Presiden
    Leaders Indonesiasatu
    Joke Indonesiasatu
    Pojok Indonesiasatu
    Kurs Valas
    About Us
    Contact Us
    Perjuangan Tetap di Udara
  DIALOG TOKOH  
SBY TIRU GAYA SOEHARTO DAN OBAMA
[16 Oktober 2009]
Narasumber: Tjipta Lesmana (UPH)
Sebagai Presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan dilantik pada 20 Oktober 2009. Setelah itu, SBY akan mengumumkan siapa saja yang akan menjadi pembantunya dalam kabinet 2009-2014.

Otomatis, hari-hari menjelang pelantikan Presiden menjadi puncak ketegangan beberapa orang yang percaya diri akan ditelepon SBY untuk melamar mereka menjadi menteri. SBY bahkan sudah mengungkapkan bahwa dia akan memanggil orang-orang terpilih pada akhir pekan ini ke kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Panggilan SBY bukan sembarang panggilan. Sama seperti yang dilakukan pada 2004 lalu, saat kali pertama terpilih sebagai Persiden pilihan rakyat. SBY akan langsung menelepon 34 orang yang lolos seleksi. Bukan melalui ketua partai, ataupun menyuruh orang kepercayaannya untuk menghubungi sang calon menteri.

Mengapa SBY memilih cara seperti itu? Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Tjipta Lesmana menilai, cara tersebut dilakukan karena SBY tak mau terjebak dalam bargaining dengan para pimpinan partai politik. Lebih dari itu, ternyata SBY juga mencontek metode yang dilakukan mantan Presiden (Alm) Soeharto. Simak hasil lengkap wawancara okezone dengan Tjipta tentang hari-hari menegangkan para calon menteri yang menanti telepon dari Cikeas.


SBY akan menelepon para calon menteri dan meminta datang ke Cikeas?

Loh, mereka sudah ada yang ditelepon. Bukan akhir pekan ini. Kemarin (Selasa 13 Oktober 2009) sudah ada yang ditelepon.


Siapa saja yang ditelepon?

Wah, saya tidak bisa sampaikan. Tapi yang jelas saya tahu langsung dari orang dekat SBY.

Sebelum menelepon kan SBY juga pasti sudah mempelajari, berbulan-bulan. Ini hanya puncaknya.


Kenapa menelepon langsung?

Saya tidak tahu alasan persisnya. Tapi yang jelas, menurut saya itu cara yang paling tepat. Mereka kan calon pembantu Presiden, SBY mau interaksi langsung. Kalau misalnya SBY menelepon, katakanlah Ical (Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie), dan bilang mau menjadikan si "X" sebagai menteri. Pasti akan ada pertimbangan-pertimbangan dari ICal yang nanti akan menjadikan itu politik dagang sapi.

Soeharto juga begitu. Dia menelepon langsung calon menterinya. Waktu 2004, SBY juga melakukan hal yang sama. Jangankan itu, Obama juga. Dia pelajari dulu semua, termasuk mempertimbangkan second opinion.


Tapi semua yang ditelepon kan harus menjawab atas restu ketua umum partai?

Nggak begitu. Siapapun yang dihubungi pasti bersedia. Misalnya si "X" dari satu partai kalau dihubungi pasti dia akan melapor ke ketua umumnya. Kalaupun ketua umum partai tidak setuju, pasti dia akan nyelonong. Ingat kejadian Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy. Gus Dur pernah bilang kalau Lukman Edy bukanlah perwakilan PKB di pemerintahan (karena saat itu tengah pecah konflik antara PKB versi Gus Dur dan Muhaimin Iskandar).


Apa ada kemungkinan calon menteri menolak permintaan Presiden?

Bisa jadi. Umumnya yang tidak bersedia itu karena persoalan posisi yang ditawarkan. Misalkan si "X" dari PKS, kalau ditawari posisi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, pasti kecewa dan pasti bilang, Oh, maaf Pak, kalau di posisi itu saya tidak bersedia menerima tawaran Bapak. Posisi itu kan sama saja dianggap menghina.

Karena itu, Presiden juga harus menyiapkan nama cadangan jika calon yang dihubungi ternyata tidak bersedia. Pastinya dari partai yang sama.

Tapi pastinya SBY stres berat. Banyak deal politik yang harus dipenuhi. Itu harga mati. PKS saja minta empat kursi, minimal tiga. Kita tahu pressure dari PKS sangat keras. Misalnya saja mereka minta supaya Hidayat Nurwahid dijadikan Menkokesra. Itu kan bentuk kekecewaan mereka karena tidak dapat jatah kursi pimpinan MPR. Jadi, bohong kalau SBY itu tidak tertekan.

SUMBER : http://news.okezone.com/read/2009/10/14/62/265640/sby-tiru-gaya-soeharto-dan-obama
HABIBIE DAN KAWAN SETIA
[13 Oktober 2009]
Narasumber: HABIBIE
Semenjak meninggalkan hingar bingar dunia politik, mantan presiden BJ Habibie jarang muncul di publik. Habibie mengaku kesehariannya kini memang hanya ditemani istri, asisten dan juga kawan setianya.

Habibie muncul lagi dalam acara seminar nasional perencanaan perkotaan masa depan yang berkelanjutan, yang digelar oleh Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta, Selasa (13/10/2009).

Habibie sempat memberikan pandangan-pandanganya mengenai perkotaan dan segala hal hingga kurang lebih 1,5 jam lamanya.

Walhasil panitia acara sempat ketar-ketir karena masih banyak pembicara yang belum menyampaikan pemaparannya diantaranya Menristek Kusmayanto Kadiman dan mantan menristek M. Zuhal. Namun apa daya, panitia pun tak kuasa menghentikan ocehan ahli pembuat pesawat ini.

Habibie yang saat itu memakai batik bercorak kuning keemasan berpeci hitam sadar akan kegusaran panitia dan peserta seminar. Dengan tegas Habibie mengatakan, ia memohon maaf mengenai prilaku pembicaraanya yang panjang lebar karena dia mengaku menjadi salah satu orang yang jika sekali diberikan kesempatan untuk bicara maka akan sulit dihentikan.

Wah kok bisa Pak?

Habibie menjelaskan selama ini ia sudah jarang bertemu dengan khalayak banyak termasuk teman-temannya. Keseharian Habibie hanya bertemu dengan istri tercintanya dan asistennya. Namun kata dia selain dua orang itu, ia punya teman setianya yang selalu menemaninya yaitu otaknya.

"Saya salalu bertemu dengan kawan setia saya yaitu otak saya," katanya di acara seminar di gedung Departemen PU, Selasa (13/10/2009).

Sehingga kata dia, sekali dia diberikan kesempatan bicara maka tak ada yang bisa menghentikannya. Meskipun demikian, ia membantah kalau dia adalah orang yang individualis.

"Tapi bukan berarti saya individualis," kilahnya.

Dalam pemaparannya Habibie, menjelaskan kota yang ideal adalah kota yang berbasis Ramling Setentram yaitu kependekan dari kota ramah lingkungan sejahtera tentram dan mandiri. Setikdaknya ada 5 syarat yang harus terpenuhi yaitu:

1. Penghijauan harus berkisar antara 30%-60% dari wilayah kota.
2. Air minum, pembangunan jaringan drainase,penampungan air hujan, pengolahan dan recycling air limbah.
3. Meminimalkan pembakaran energi fosil, menghemat energi.
4. Pendidikan masyarakat kota disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
5. Prasarana ekonomi ekonomi biaya rendah
menyediakan prasarana teknologi informasi terjangkau, untuk tiap warga kota.

Dalam kesempatan itu juga ia memaparkan ide-ide berliannya dalam bidang regulasi maupun pengembangan teknologi untuk bisa diterapkan di Tanah Air misalnya, mendesak adanya pembentukan UU perpajakan yang memihak pada pemanfaatan kendaaran hemat energi dan ramah laingkungam.

Selain itu ia menghimbau agar adanya UU yang bisa memberikan insentif pada pengembangan dan penerapan energi alternatif photovoltaik, biogas, Geothermal, kinetik energi air dan angin.

Ia mencontohkan pemanfaatan kotoran hewan pada pusat pemotongan hewan di kota, dengan teknologi biogas sangat memungkinkan dilakukan. Selain itu, pengembangan teknologi energi kinetik memanfaatkan tenaga angin di Indonesia sangat potensial.

"Sebagian angin di Indonesia tidak konsisten, namanya angin-anginan," katanya disambut tawa hadirin.

Habibie juga menambahkan pemanfaatn energi kinetik yang bisa dikembangkan lainnya adalah pemanfaatan energi kinetik arus laut karena Indonesia berada di posisi strategis di dua samudera besar dunia yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

"Ada yang konsisten, bisa memberikan kinetik energi
kita punya cekung pasifik dan Hindia, tapi harus melalui bendungan Indonesia," ucapnya.

Nostagia dengan Pak Harto

Dalam kesempatan yang sama, dalam pidatonya Habibie menyampaikan kenangannya pada saat ia masih mengabdi pada masa pemerintahan mantan Alm. Presiden Soeharto. Setidaknya ada dua hal yaitu saat ia ditugaskan oleh Soeharto untuk menjadi Kepala Otorita Batam menggantikan Ibnu Soetowo mantan dirut Pertamina dan pada saat ia ditugaskan untuk mengembangkan industri-industri strategis di Indonesia oleh Soeharto.

"Saya ada kesempatan 20 tahun lalu membangun Pulau Batam. Saya waktu itu diminta Pak Harto melanjutkan pembangunan pulau batam," katanya.

"Tahun 1974, saya diminta untuk mempersiapkan industri strategis oleh pak Harto," tambahnya.

Suhendra - detikFinance
SUMBER:http://www.detikfinance.com/read/2009/10/13/122520/1220519/68/habibie-dan-kawan-setia
Prabowo Tidak Layak Dampingi Mega
[18 Desember 2008]
Narasumber: Arbi Sanit/inilah.com
Menjadi salah satu nomine cawapres pendamping Megawati Soekarnoputri, membuat Prabowo Subianto makin GR. Tak perlu banyak pertimbangan, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu langsung mendekati salah satu petinggi PDI Perjuangan untuk memuluskan jalan mendampingi Mega.

Sayangnya elektabilitas pasangan ini sangat diragukan oleh para analis politik. Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit misalnya, pesimis koalisi tersebut bakal terwujud.

“Tidak akan ada koalisi itu. Tidak mungkin koalisi antara partai yang punya suara dengan partai yang tidak punya suara,” kata Arbi kepada INILAH.COM, Selasa (16/12), di Jakarta.

Bagaimana landasan keraguan Arbi terhadap duet Mega-Prabowo? Bagaimana pula prospek Prabowo dalam kontestasi demokrasi di Pemilu 2009? Berikut ini wawancara lengkapnya:

Prabowo dikabarkan terus merapat ke PDIP untuk berdampingan dengan capres Megawati dalam Pilpres 2009. Anda punya pandangan?

Tidak mungkin koalisi partai yang ada suaranya dengan partai yang tidak ada suaranya. Partai Gerindra, siapa sih pemilihnya?

Aanda yakin bahwa Prabowo dan Gerindra tidak akan dipilih oleh masyarakat dalam Pemilu 2009?

Jelas. Sepotong pun, tidak ada pemilihnya, karena pemilu belum berlangsung. Siapa yang mau berkoalisi dengan partai begituan? Kan Gerindra belum ikut pemilu. Jadi duet Mega-Prabowo itu gagasan yang tidak masuk akal.

Tapi bukankah hasil penjajakan dari lembaga survei politik menunjukkan bahwa popularitas Prabowo maupun Gerindra terus meningkat?

Itu survei kan? Bukan pemilih.

Kalau dilihat dari platform dan program kerjanya, apakah Gerindra dan PDIP memiliki kesamaan?

Tidak bisa diadu-adu seperti itu. Antara barang yang jelas dengan barang tak jelas, siapa yang mau? Makanya, negara ini kacau balau. Partai baru didirikan, tapi pada berambisi ikut pemilu.

Sebenarnya secara moral, Gerindra dan Prabowo tidak memiliki hak menawarkan program apa pun kepada rakyat. Apa yang ditawarkan? Bagaimana publik tahu kalau tawaran itu benar? Tidak ada basis untuk dipercaya. Apa haknya dia menawarkan, barangnya tidak ada kok!

Jadi apa yang disampaikan Gerindra atau Prabowo masih janji kosong semua?

Kosong semua. Partai baru yang ikut pemilu besok itu ya kosong semua. Mereka semua melakukan politik maya. Apa yang mau dipegang dari mereka? Barang tidak ada, tapi mau menjual!

Jadi wacana duet Mega-Prabowo tidak bergeser lebih jauh karena barangnaya tidak ada?

Ya. Siapa yang mau membeli, wong barangnya tidak ada.

Dengan kata lain, siapa pendamping Mega dalam Pilpres mendatang?

Banyak. Rizal Ramli saja lebih berharga daripada Prabowo Subianto. Ia punya pengalaman, pemikirannya juga jelas.
Pramono Anung : Tidak Usah Berandai-andai Jadi Capres
[17 Desember 2008]
Narasumber: Pramono Anung
Sekjen FPDIP Pramono Anung terpilih menjadi tokoh pemimpin muda berpengaruh 2008 versi majalah Biografi Politik. Bisa jadi penghargaan ini akan mendongkrak popularitas Pramono untuk maju sebagai capres 2009. Namun Pramono justru tak mau bermimpi.

"Kita siap-siap untuk legislatif. Nggak usah berandai-andai," kata Pramono dalam acara launching Jakarta Political Club di Hotel Ritz Charlton Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (16/12/2008).

Berikut petikan wawancara detikcom dengan Pramono.

Bapak meraih penghargaan pemimpin muda berpengaruh. Bagaimana tanggapan anda mengenai pemimpin muda pada Pilpres 2009?

Dengan sistem demokrasi, sosok pemimpin akan muncul dengan sendirinya melalui proses pendewasaan. Ke depan tantangan menghadapi bangsa ini akan semakin berat. Untuk itu diperlukan pemimpin yang memiliki karakter. Dalam era reformasi seperti ini akan lahir beberapa anak muda yang bisa memimpin lebih rasional dan terbuka. Kalau itu terjadi, euforia demokrasi itu bisa memberi kesejahteraan bagi rakyat.

Mega maju sebagai capres 2009, setelah itu ia tidak akan lagi jadi capres. Apa PDIP sudah menyiapkan capres setelah Mega nanti?

Pemimpin itu lahir dengan sendirinya. Tidak diciptakan. Seakan dilahirkan tidak juga didorong. Harus melalui proses alam. Ibu Mega muncul karena proses panjang. Yang paling penting yang saya lihat konsistensi yang ada akan muncul dengan sendirinya.

Setelah mendapat penghargaan, apa yang akan dilakukan?

Saya termasuk orang yang tidak pernah setengah-setengah dalam bekerja ketika terpilih sebagai sekjen partai. Saya bekerja dengan betul-betul untuk partai. Apa yang saya dapatkan akan jadikan dorongan untuk bekerja lebih giat.

Kalau dengan pemimpin yang ada sekarang bagaimana?

Banyak saya lihat tokoh-tokoh muda yang ada. Tanpa harus dikotomi apakah 15 (tokoh muda) ini atau yang di luar ini. Tokoh-tokoh ini akan selalu lahir pada zamannya. Pada konteksnya dilahirkan dengan sistem demokrasi, dengan kesempatan yang luas tokoh ini akan muncul.

Apakah ini penghargaan ini akan menjadi jalan bagi bapak untuk maju menjadi capres selanjutnya?

Kita siap-siap untuk legislatif. Nggak usah berandai-andai.

Bapak optimistis?

Orang harus optimis.
"Jual Citra Terus Lama-lama Capek Lho"
[15 Desember 2008]
Narasumber: Megawati Soekarnoputri/vivanews.com
Megawati berjanji menampilkan diri apa adanya dalam kampanye pemilihan Presiden 2009.
Rabu, 12 November 2008, 13:12 WIBWensenlaus Manggut

Megawati Soekarnoputri (Situs resmi Megawati Institut/)

BERITA TERKAIT
PDIP Tawari Duet, Golkar Tunggu Hasil Pemilu
Jika Golkar Tak Mau, Kami Gandeng PKS
Mengapa PDIP Memilih Golkar
Golkar Belum Diajak PDIP Bicara
Golkar Punya Banyak Calon Pasangan Mega
web tools

Jika sejumlah partai masih ribut membahas calon presiden, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan lebih maju selangkah. Partai ini sudah menjaring calon wakil presiden. Sebab calon nomor satu sudah jatahnya Megawati Soekarnoputri, sang ketua umum. Siapa “jodoh” Mega, kini masih jadi tebakan banyak orang.

Ketua Dewan Pertimbangan PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas, beberapa waktu lalu memastikan bahwa calon pendamping Mega akan diumumkan akhir November ini. Walau masih menjaring calon, Taufiq yang juga suami Megawati itu berharap, “Kalau bisa wakilnya dari Partai Golkar.”

Walau Taufiq rajin melakukan negosiasi politik dengan Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, Surya Paloh, sejauh ini si beringin belum menentukan pilihan. Sejumlah pengamat politik menilai,Golkar tetap memilih menjadi tandem dari Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam wawancara khusus VIVAnews dengan Jusuf Kalla, Ketua Umum Golkar, beberapa waktu lalu, Kalla memberi jawaban mengambang. “Saya sering bertemu presiden,” katanya.

Lalu siapa target PDI Perjuangan setelah Golkar hampir menutup pintu. Bagaimana cara partai itu menjaring orang nomor dua. Megawati menjawab,” Saya punya hak prerogatif tentukan wakil presiden.” Soal calon wakil presiden,lanjutnya, akan ditentukan secepatnya.

Megawati juga mengaku lebih mengandalkan kerja nyata daripada bicara di sejumlah forum. Sebab, “Jual citra terus lama-lama capek,lho,” katanya.

Berikut wawancara Arfi Bambani Amri, Wenseslaus Manggut,Rika Panda dan Nezar Patria dari VIVAnews dan 3 stasiun televisi swasta dengan Megawati di kantor Megawati Institute, Jalan Proklamasi, Jakarta, Kamis, 6 November 2008:

PDIP beberapa waktu lalu menyatakan akan mengumumkan calon wakil presiden pada akhir November 2008. Apakah ada perubahan?

Saya telah berulangkali mengatakan, karena proses dinamika politik sekarang ini --dalam artian menuju Pemilu-- sangat dinamis. Artinya saya sekarang diwawancara, besok bisa saja berubah. Jadi PDIP perjuangan boleh saja memberi wacana terbuka, tapi kami tetap melaksanakan aturan partai.

Di dalam rapat Dewan Pimpinan Pusat Partai, kemungkinan masih ada 3 kali Rakernas dan satu Rakornas (untuk membahas calon wakil presiden). Rakernas itu Rapat Kerja Nasional dan Rakornas itu Rapat Koordinasi Nasional.

Jadi, hari-hari ini kami terus mengevaluasi. Kalau dilihat di media, banyak yang mengatakan, menunggu hasil Pemilu legislatif, tapi kalau PDI Perjuangan tentu melihat sebagai bagian dari Pemilu legislatif itu juga.

Yang paling penting kami cari adalah satu momen yang tepat untuk mendeklarasikan calon wakil presiden yang akan mendampingi saya.

Apa pengumumannya sebelum Pemilu legislatif?

Prosesnya dinamis. Jika dinilai besok paling tepat, ya besoklah. Jangan lupa sebagai Ketua Umum, saya memiliki hak prerogratif. Tapi jangan lupa, evaluasi itu nanti akan terus dilakukan dalam rapat-rapat kerja PDI Perjuangan.

Sebelum Pemilu legislatif apakah ada pengumuman penting yang dibuat? Misalnya pengumuman nama calon kabinet?

Saya telah memberi arahan ke Dewan Pimpinan Pusat Partai bahwa hal-hal yang sangat penting tentunya akan dilakukan oleh Ketua Umum. DPP boleh saja mengatakan akan membuat kabinet bayangan, akan muncul nama Menko, tapi yang sangat penting, dinamisasi dari proses politik kita.

Apa calon wakil presiden dari luar partai?

Yang pasti, calon-calon wakil presiden pasti dimunculkan dari putra-putra bangsa yang terbaik. Makanya perlu evaluasi.

PDIP sudah mewacanakan koalisi. Golkar tidak mau, sehingga PDIP mendekati PKS. Apakah benar nanti akan menunjuk salah satu dari 8 nama yang diajukan PKS (sebagai calon presiden dan wakil presiden)?

Seperti yang saya katakan tadi, bahwa ndak bisa saya jawab pertanyaan anda secara vulgar bahwa hari ini saya memilih si ini. Ini proses tahunan.

Saya mengatakan sebagai Ketua Umum, sebagai calon presiden yang diusung PDI perjuangan, akan memilih bukan hanya orang yang menambah suara, membantu saya. Tapi saya akan bekerja sama dengan orang itu selama 5 tahun untuk memimpin bangsa dan negara.

Jadi ada hal yang tidak demikian mudah untuk diobral. Jadi tolong bersabar karena salah satu kunci politik adalah bersabar.
Apa yang diperbaiki dalam strategi kampanye 2009?

Yang paling penting di dalam internal partai, konsolidasi yang paling utama. Mesinnya harus dijalankan dan mesin itu bisa jalan kalau sumber daya manusianya juga mempunyai kekuatan dan semangat yang sama. Saya memang berharap, kalau dilihat dari pemilihan kepala daerah sebagai suatu latihan dan itu nanti jadi ukuran yang cukup baik. Jadi jangan mabuk lagi, karena masih ada 1 tahun untuk menggalang kekuatan. Persoalannya sekarang, apa sih yang mau dilakukan Indonesiaku ini?

Figur Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat kuat diidolakan...

Itu kan terserah, menurut saya. Bisa saja orang mengatakan SBY itu karena baik pencitraannya. Pencitraan itu kembali, menurut saya, (harus) be yourself. Lama-lama orang mencoba mengubah dirinya untuk menjadi populer, untuk diakui, (menjadi) capek sendiri lho lama-lama.

Penyelesaian permasalahan apa yang diprioritaskan?

Tentunya kalau melihat semua bidang yang ada, sekarang ini yang sangat berat dan mengalami suatu persoalan yang sangat pelik adalah masalah ekonomi. Tentunya yang ditawarkan untuk dijadikan satu solusi, tapi bisa saja orang nggak bisa menerima. Orang terpikir karena terbawa pengaruh barat, nggak bisa.

Kalau dari ketahanan pangan saja, saya sudah mengajak sejak lama. Saya mengatakan hentikan impor gula, tapi media sendiri tidak menolong. Kempes saja. Coba kalau menolong, tentu bisa membangun harapan. Cobalah sekali-kali tanya pada petani tebu, mana regulasi yang paling tepat untuk mereka? Pasti mereka sebut Mega.Saya sangat yakin. Itu karena jama saya dulu mereka sangat tertolong. Kalau sekarang mereka tak tertolong lagi.

Jadi yang diutamakan ekonomi rakyat kecil?

Jangan lupa, dari dulu itu saya lakukan. Sudah tahunan saya melakukan itu. Ketika perbaikan ekonomi saya lakukan sebenarnya karena saya sudah menyatakan pada kabinet saya, krisis 97 itu kemungkinan bisa terulang lagi dan menurut saya lebih dahsyat. Kenapa? Saya kasih tahulah a, b, c, d...

Tapi kan masalah orang memandang yang akan dipilih dan yang akan diambil untuk dipilih. Orang itu biasa melihat pintarkah dia. Selalu seperti itu. Maka saya bilang, beri saya waktu, paling tidak kekokohan dari apa yang terjadi sekarang ini kacau balau. Sebetulnya sayang untuk tidak melanjutkan apa yang saya lakukan dulu itu.
Bagaimana penilaian Anda atas kemenangan Obama di Amerika?

Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat karena kemenangan beliau. Ini Pemilu yang menurut saya sangat luar biasa. Ini impian sebagian masyarakat Amerika yang merupakan kulit berwarna.

Indonesia menurut saya sudah punya pluralisme, Amerika baru terasa sekarang ini. Meskipun kalau kita lihat di waktu-waktu lalu, kesempatan itu pernah coba diraih oleh Jesse Jackson dan Martin Luther King, tapi mungkin saat itu waktunya belum tepat.

Saya berharap Presiden Obama, yang memiliki sejarah, latar belakang bahwa dia pernah hidup di Indonesia. Paling tidak bisa mengerti kultur orang Timur. Dewasa ini yang sekarang terjadi di abad ini, sepertinya kembali akan termunculkan kembali perbedaan-perbedaan suku, agama, lalu yang namanya kebersamaan mulai diabaikan.

Apakah ada harapan bahwa Indonesia akan memiliki hubungan setara dengan Amerika ?

Saya juga berharap agar hubungan Indonesia dengan Amerika lebih setara. Perlu hubungan kesetaraan dalam hubungan antar negara. Kenapa? Coba saja lihat keadaan sekarang ini, mengenai krisis global ekonomi dunia. Amerika terkena krisis.

Kita harusnya tidak terikut-ikut, harusnya dipikirkan mengapa sampai begitu, apakah karena ketahanan ekonomi kita sendiri yang sangat rapuh? Ada mereka yang ahli di bidang ekonomi mengatakan ekonomi kita rapuh. Padahal seharusnya ketahanan ekonomi kita cukup kuat tidak harus terkena tsunami seperti ini.

Kenapa ya, orang kita baru sadar kalau orang asing yang ngomong, tetapi ketika ahli kita mengatakan harusnya begini, kok kayaknya kurang didengarkan? Sekarang ini ada titik balik sejarah buat kita bahwa di Amerika terjadi perubahan, di Indonesia juga harus terjadi perubahan dalam arti nilai-nilai kebangsaan, ketimuran, harga diri. Kita harus lakukan.


Menurut Anda, kenapa Obama yang berkulit hitam bisa menjadi presiden di Amerika?
Saya lihat, dukungan yang didapat beliau itu sekarang bukan hanya dari dua kubu. Saya perhatikan terus beliau bersaing dengan Hillary Clinton (bisa menang) karena beliau dapat mencitrakan, 'Yes, I'm American'. Itu juga yang harus kita citrakan, 'Yes, I'm Indonesian'. Ini kan nggak.

Ada keinginan untuk menjadi seperti Obama?
Saya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, tapi bukan hanya itu harga saya. Saya, kalau diizinkan jadi presiden, nanti itu berbeda.
Nanti kita lihatlah Obama, karena dalam pidatonya kemarin yang begitu singkat memukau, dia betul-betul mengambil magnet bahwa satu kata, kita Amerika. Tidak ada itu semua, keinginan itu dari suku, mereka yang berkulit putih, berkulit hitam dan sebagainya.

Obama berhasil karena menawarkan perbaikan ekonomi. Adakah janji perbaikan yang serupa untuk Indonesia?

Saya tidak ingin berjanji. Karena buat apa berjanji. Janji selalu palsu. Saya hanya ingin menawarkan hal-hal bagi rakyat dapat membuka diri, bagaimana kita memperbaiki ekonomi kita. Mengapa kalau orang asing mengatakan, baru kita percaya, bahkan akan terjadi begini.
Saya ketika krisis ini, saya ditanya ahli-ahli ekonomi, krisis ini akan terjadi. Saya bukan tukang ramal, tapi karena saya dianggap bukan sarjana, dianggap tak punya kemampuan dan keahlian mengenai itu, tak ada yang mendengarkan saya.

Karena mereka ini (merasa) bukannya sepertinya tsunami ekonomi. Apa itu namanya? Saya baca bukunya, tapi lupa namanya, bahwa beberapa tahun lagi akan ada krisis ekonomi lagi. Sangat trend waktu itu, sampai datang orangnya ke sini. (Kemudian diberitahu Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung yang berada di sampingnya bahwa penulisnya ekonom Amerika, Joseph Stiglitz). Ya itu.

Kita kumpulkanlah ahli-ahli kita. Mereka juga pergi ke sekolah yang sama. Ada yang dari Harvard, yang katanya universitas-universitas sangat mumpuni di dunia. Ada Harvard, Stanford, Berkeley. Ya sama ilmunya, kok mesti yang di sana yang harus ngomong.

Apakah PDI Perjuangan bisa menciptakan sosok yang diangkat dengan cepat seperti Obama?

Itu saya kira perlu proses. Karena jangan kita menyatakan diri kita sama dengan Amerika. Amerika membangun negaranya melalui perubahan-perubahan konstitusinya 200 tahun. Itu mengalami perang saudara. Kalau kita beda lagi. Jadi akar sejarah kita yang dilihat lagi. Apakah kemungkinan itu bisa? Persoalannya sekarang, modelnya seperti apa?

Kalau melihat munculnya Obama, banyak yang dulu muncul seperti Presiden Kennedy dulu, John dan Bob (Kennedy). Makanya terus, maaf, terjadi pembunuhan. Jika keduanya terus terjadi menjadi presiden, Amerika akan berbeda hari ini.

Saat itu perbedaan ras masih menonjol. Sekarang, yang namanya di media saja, kita ambil Oprah, dia salah satu black American yang sukses. Jelas kita bisa, tapi jangan suka meniru orang dong. Kita bangun dari tangan kita sendiri. Menurut saya, Indonesia ini penyakitnya begitu lho, meniru. Ingat kita ini Indonesia.
Apa yang diperbaiki dalam strategi kampanye 2009?

Yang paling penting di dalam internal partai, konsolidasi yang paling utama. Mesinnya harus dijalankan dan mesin itu bisa jalan kalau sumber daya manusianya juga mempunyai kekuatan dan semangat yang sama. Saya memang berharap, kalau dilihat dari pemilihan kepala daerah sebagai suatu latihan dan itu nanti jadi ukuran yang cukup baik. Jadi jangan mabuk lagi, karena masih ada 1 tahun untuk menggalang kekuatan. Persoalannya sekarang, apa sih yang mau dilakukan Indonesiaku ini?

Figur Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat kuat diidolakan...

Itu kan terserah, menurut saya. Bisa saja orang mengatakan SBY itu karena baik pencitraannya. Pencitraan itu kembali, menurut saya, (harus) be yourself. Lama-lama orang mencoba mengubah dirinya untuk menjadi populer, untuk diakui, (menjadi) capek sendiri lho lama-lama.

Penyelesaian permasalahan apa yang diprioritaskan?

Tentunya kalau melihat semua bidang yang ada, sekarang ini yang sangat berat dan mengalami suatu persoalan yang sangat pelik adalah masalah ekonomi. Tentunya yang ditawarkan untuk dijadikan satu solusi, tapi bisa saja orang nggak bisa menerima. Orang terpikir karena terbawa pengaruh barat, nggak bisa.
Kalau dari ketahanan pangan saja, saya sudah mengajak sejak lama. Saya mengatakan hentikan impor gula, tapi media sendiri tidak menolong. Kempes saja. Coba kalau menolong, tentu bisa membangun harapan. Cobalah sekali-kali tanya pada petani tebu, mana regulasi yang paling tepat untuk mereka? Pasti mereka sebut Mega.Saya sangat yakin. Itu karena jama saya dulu mereka sangat tertolong. Kalau sekarang mereka tak tertolong lagi.

Jadi yang diutamakan ekonomi rakyat kecil?

Jangan lupa, dari dulu itu saya lakukan. Sudah tahunan saya melakukan itu. Ketika perbaikan ekonomi saya lakukan sebenarnya karena saya sudah menyatakan pada kabinet saya, krisis 97 itu kemungkinan bisa terulang lagi dan menurut saya lebih dahsyat. Kenapa? Saya kasih tahulah a, b, c, d...

Tapi kan masalah orang memandang yang akan dipilih dan yang akan diambil untuk dipilih. Orang itu biasa melihat pintarkah dia. Selalu seperti itu. Maka saya bilang, beri saya waktu, paling tidak kekokohan dari apa yang terjadi sekarang ini kacau balau. Sebetulnya sayang untuk tidak melanjutkan apa yang saya lakukan dulu itu.

Siapkah AS Punya Presiden Kulit Hitam ?
[29 Oktober 2008]
Narasumber: BARAK OBAMA
Pilpres pada 4 November akan berlangsung tidak seperti biasanya. Untuk pertama kalinya, salah satu kandidat presiden, Barack Obama, berkulit hitam. Bersamaan dengan momen pemilihan presiden AS, sebagian pemilih akan berhadapan dengan cara pandang rasial mereka sendiri.

VOA menanyakan kepada beberapa orang di seluruh bagian negara, apakah mereka siap memiliki presiden kulit hitam, belum lama ini.

Analis politik juga menyampaikan pandangan mereka. Profesor Larry Sabato dari University of Virginia berkata, warna kulit Obama merupakan hal yang tak bisa dihindari.

Pencalonan Barack Obama telah mematahkan banyak hal. Namun, ia bukanlah orang kulit hitam pertama yang diajukan ke Gedung Putih.

Pada 1972, anggota Kongres, Shirley Chisholm, termasuk bakal calon, tetapi tidak terpilih untuk menjadi kandidat partai. Pada 1968, saat Chisholm menjadi wanita kulit hitam pertama yang terpilih menjadi anggota DPR, bangsa AS bangkit untuk pergerakan hak sipil serta menentang pemisahan rasial dan diskriminasi di Selatan.

Semua berklimaks pada April 1968, ketika pejuang hak sipil, Dr Martin Luther King, dibunuh. Orang kulit hitam marah, frustrasi, dan mengamuk di jalanan.

Enam belas tahun kemudian, Jesse Jackson, berkampanye untuk memperebutkan nominasi Demokrat pada 1984. Dia mendulang 3,5 juta suara pada pemilihan primer partai. Pada 1988, meskipun masih gagal mendapat nominasi, Jackson mendulang 7 juta suara.

Barack Obama mewakili dirinya sendiri sebagai sosok kandidat yang berbeda, kata Thomas Mann, staf peneliti The Brookings Institution, Washington.

Kampanye Obama telah menarik hati kalangan kulit putih, Latin, Asia-Amerika, selain kulit hitam sendiri. Pencalonannya telah menyemangati kaum muda yang belum pernah "terlihat" sejak batas umur mencoblos diturunkan menjadi 18 tahun pada 1972. Di permukaan, orang bisa saja berasumsi bahwa dukungan yang luas untuk Obama dan jumlah poling akan menolongnya pada hari-H pilpres.

Namun, Vesla Weaver, peneliti University of Virginia, berkata, ada yang perlu diwaspadai. Pada pemilihan terdahulu, kandidat kulit hitam selalu menghadapi kejutan yang tak menyenangkan.

Pada 1982, sejumlah poling menunjukkan, Wali Kota Los Angeles Tom Bradley unggul dalam pemilihan Gubernur California. Namun, pada hari-H, ternyata dia kalah.

Pada pemilihan Gubernur Virginia pada 1989 yang dimenangi kandidat kulit hitam, Douglas Wilder, pada berbagai poling ia unggul 10 persen atas rivalnya. Namun, akhirnya ia memenangi pemilihan dengan selisih tak sampai 1 persen. Analis politik menamakannya "bradley effect", ini masih merupakan kendala.
Tim VOA bertanya kepada orang-orang di daerah lain, berbagai kelompok umur, dan tingkat penghasilan, apakah mereka siap untuk memilih presiden kulit hitam. Banyak yang merespons positif dan beberapa menyatakan tak yakin.

Dhika/VOA/Kompas.com
PARNI HADI MINTA KEBEBASAN
[02 September 2008]
Narasumber: Parni Hadi/ Dirut LPP RRI
Direktur Utama LPP RRI

Parni Hadi

“Asal Diberi Kebebasan Berkreasi, Pasti Bisa Berubah”

Khawatir, kata itulah yang paling tepat menggambarkan perasaan Parni Hadi ketika diminta menjabat Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI). Bagaimana tidak, puluhan tahun RRI menjadi corong pemerintah dalam menyiarkan kebijakan.

Pun sumber daya manusianya punya stigma negatif yang konon jauh dari kata kerja dan kreatif. “ Kalau sudah puluhan tahun menjadi organ pemerintah, saya pikir sangat sulit dirubah mentalitasnya,” kata dia yang juga wartawan senior ini serius.

Lantas sudah seberapa jauhkan perubahan pada lembaga yang dulu kental dengan kepanjangan tangan pemerintah ini? Sudahkan menjadi lembaga penyiaran yang memihak dan memenuhi kebutuhan informasi untuk publik? Atau masih berkutat dengan masalah klasik, birokrasi?

KomunikA berkesempatan mewawancarai mantan kepala LKBN Antara ini di ruang kerjanya di Jl. Merdeka Barat, Jakarta. Berikut petikannya :


Sudah dua tahun LPP RRI, perubahan mendasar apa yang sudah dilakukan?


Saya rasa produk RRI sudah banyak berubah. Orang tidak melihat status apakah RRI berupa Perjan atau LPP, tetapi melihat produk yang berupa program siarannya. Saya melihat telah terjadi perubahan besar di RRI. Saat ini RRI semakin meneguhkan dirinya bukan lagi corong pemerintah.


Apa cirinya?


Silakan Anda dengarkan PRO 3 RRI, terutama. RRI mencoba menampilkan seluruh suara yang muncul di masyarakat. Ya legislatif, eksekutif, yudikatif, dan publik terutama. Setiap siaran selalu diupayakan dengan program interaktif, buka line telepon dan cara lainnya. Di sana suara rakyat diperdengarkan, diinteraksikan dengan sumber yudikatif, eksekutif, dan legislatif.


Meyakinkan publik bahwa RRI telah berubah, juga tidak mudah?


Memang butuh waktu, karena kalau sudah sekian puluh tahun dikenal sebagai corong pemerintah, tidak berani, dan serba normatif, tentu sulit meyakinkan publik. Tapi dengan banyaknya SMS dan telpon saat acara interaktif, saya makin tambah yakin. Memang perlu promosi dan kegiatan yang menunjukkan RRI berubah, dari produknya. Bukan sekadar omongan.


Soal SDM?


Saya pikir ada kemajuan yang sangat menonjol berupa perubahan sikap dan mental. Mereka lebih berani berkreasi, walau belum seluruhnya, melakukan tindakan yang mungkin dulu ditabukan. Saya lihat, PRO 3 RRI sebagai bagian terpenting dari pusat pemberitaan, sudah mulai berubah pola pikir dan kinerjanya.

Reporter dan penyiar RRI tidak lagi takut untuk menyampaikan kritik yang datang dari masyarakat dan juga analisa-analisanya. Keberanian untuk tampil beda, tapi tidak ngawur. Ini kemajuan pertama.


Sulit?


Tentunya. Kalau sudah puluhan tahun menjadi organ pemerintah, saya pikir sangat sulit dirubah mentalitasnya. Juga sikap yang berani mengatakan, kalau pandangan masyarakat tuh keliru. Masyarakat gak musti benar. Pemerintah pun tidak musti benar. Karena itu disanalah sebenarnya tugas RRI, menjadi lembaga yang netral, independen, dan tidak komersial.


Bagaimana RRI melayani kepentingan publik?


Publik tidak hanya dilibatkan sebagai pendengar, tapi juga sebagai pelakon. Apa maknanya? Mereka diundang untuk menyampaikan aspirasinya. Juga berhak menilai perkembangan RRI. Karena radio publik ini dibiayai oleh APBN. Rakyat punya hak untuk mengontrol, mengawasi, dan mengkritisi LPP RRI.


Kongkretnya?


Bahkan demostran boleh masuk sini. Kalau dulu dilarang. Saya katakan, kalau memang pendapat mereka masuk akal, silakan. Saya siapkan corong di depan, silakan bicara dan semua onair. Kita memang mendengar suara publik. Tapi kita pun harus menyaring, mana yang namanya publik. Karena tidak semua publik, orang-perorangnya maksud saya, benar. Pun pemerintah, juga tidak selalu benar. Makanya kita undang juga orang yang tidak sepaham, silakan bicara juga, menanggapi. Di sanalah saya pikir RRI juga menjembatani kepentingan yang ada, menjadi katalisator. Biarlah publik melihat mana yang benar, mana yang tidak benar, dan mana yang seharusnya. Di sinilah publik diberi kesempatan untuk menilai.


Masyarakat cukup cerdas untuk menyeleksi informasi yang ada?


Bisa. Tapi masyarakat perlu dididik, karena tidak sama strata pendidikannya. Akan tetapi cara mendidiknya bukan indoktrinasi. Beri kesempatan untuk bicara dan mendengar.


Soal Independendensi RRI?

Independen bukan berarti membiarkan semua orang untuk bicara. Independen berarti punya sikap, sikapnya apa? Semua untuk pengabdian terhadap Republik Indonesia. Silakan A dan B bicara, kemudian kita rumuskan.


Segmentasi yang diambil RRI terkait persaingan dengan radio swasta?


RRI adalah sebuah lembaga penyiaran publik yang harus melayani semua pihak. Tidak hanya yang kaya, miskin, muda, tua, mayoritas, atau minoritas, tapi semuanya. Karena itu RRI punya 4 programa, Pro 1 untuk umum berjangkauan wilayah provinsi umumnya. Pro 2 untuk generasi muda dengan masyarakat perkotaan. Pro 3 menyeluruh seluruh Indonesia. Pro 4 adalah saluran budaya dan pendidikan. Dan Voice of Indonesia siaran luar negeri dalam 11 bahasa.

Apa lagi perubahan pada RRI?

Produk dialog interaktif dilakukan secara 3 in 1 (three in one), audio, video, dan teks. Kita siapkan semua. Onair langsung melalui RRI, videonya bekerja sama dengan mitra kerja bisa TVRI, TV lokal, ataupun TV swasta yang bisa disiarkan belakangan. Kemudian teks, melalui RRI online dan mengundang media cetak untuk menjadi penyelenggara bersama. Jenis kegiatan selalu diusahakan 3 in 1.

Kemudian layanan video conference, insya allah kami luncurkan pada 11 September. RRI ternyata telah menyewa transponder ke Telkom, luar biasa kemampuannya tetapi selama bertahun-tahun belum dimanfaatkan optimal. Makanya kita melakukan optimalisasi. Selama ini baru dipakai untuk Pro 3 dan Pro 4, padahal bisa video. Kawan-kawan saya karena disuntik dengan keberanian dan kemampuan untuk berubah, berkreasi, maka mereka mencoba-coba. Dan sekarang sebenarnya RRI bisa siaran teve.


Streaming?

Disamping audio streaming, kita juga bisa broadcast. Tapi karena undang-undang dan PP menyatakan bahwa RRI adalah siaran radio, maka untuk sementara kami baru menyelenggarakan tahap ini dalam bentuk layanan video conference. Selama ini sudah uji coba, berhasil. Kalau saya pidato atau main ketoprak, seluruh anak buah saya di seluruh Indonesia, di studio-studio RRI bisa melihat live apa yang terjadi di sini.

Saya dikasih tahu orang Telkom, akan sangat-sangat efektif dalam menyiarkan informasi. Karena tidak ada yang memiliki jaringan sebanyak RRI. Stasiun teve yang ada di Indonesia, bahkan swasta sekalipun belum memiliki jaringan seperti RRI. 58 stasiun dan sebentar lagi akan jadi 60 di seluruh Indonesia. Saya pikir selama ini, entah tidak tahu atau tidak mau mencoba.

Saya sudah lapor Menkominfo, saya minta izin dan arahan. Jawab beliau setuju optimalisasi. Tapi harus bagaimana dibicarakan soal legal dan teknisnya.

Kemudian apa lagi?

Berikutnya langkah penting dan harus dicatat adalah Gelar Seni Budaya. Kalau anda baca PP 12/2005, RRI bertugas di samping memberi layanan informasi, pendidikan, hiburan sehat, perangkat kontrol masyarakat, juga sebagai pelestari budaya bangsa. Maka RRI sejak setahun lalu giat melakukan gelar seni budaya.

Seluruh stasiun saya instruksikan melakukan gelar seni budaya. Seni budaya lokal tradisional yang sudah hampir punah, sudah gak banyak peminatnya. Saya minta dipentaskan, direkam.

Tak hanya untuk telinga, tapi juga untuk mata. Setiap malam RRI menggelar seni budaya. Untuk menghidupkan seni tradisional dan budaya lokal. Saya kerahkan betul seluruh daya tenaga untuk menyelenggarakan kegiatan serutin gelar seni budaya. Saya lihat sendiri, Tanjung Pinang 8 hari, Cirebon 7 hari, Bandung 7 hari.

Dengan menggelar seni budaya, RRI akan menjadi pusat kegiatan publik. Karena orang akan datang dan otomatis RRI akan menjadi ajang promosi. Sponsor akan datang. Pusat kegiatan publik, juga dapat duit. Setiap cabang umumnya punya tim kesenian, ada musik, karawitan, piano. Kemudian ”Siaran Pedesaan”.

Saya akan meningkatkan kembali apa yang dulu disebut dengan kelompencapir. Saya akan hidupkan dengan nama baru siaran pedesaan dengan melibatkan publik dan kelompok mitra media. Pendengar, pembaca, pemirsa, dan pengakses internet. Nanti Pak Menkominfo, ormas, akan menandatangani MoU dengan RRI. Pun nantinya dengan Deptan, Dephut, Depkes. Tergantung temanya. MoU nya one by one. Tapi pelaksanaanya bisa sinergi.


Kemudian?

Saya juga bekerjasama dengan TNI buat siaran di daerah perbatasan, namanya information safety belt, sabuk pengaman informasi. Apa itu? Memerkuat pemancar perbatasan. Memang perlu waktu, jangka panjang. Dibuat di Merauke, Digul, Jayapura, sebantar lagi di Morotai, Nunukan, Tarakan, Toli-toli, perbatasan kita perkuat. Supaya orang di perbatasan mendengar informasi dari Indonesia dibanding negara-negara lain.


Konsep RRI daerah, partnership dengan Pemda atau ada arahan dari pusat?

RRI daerah disamping untuk melayani audiens publik daerah, juga melayani pusat. Pro 3 kan berita, informasi, narasumber tidak hanya dari Jakarta, tapi juga dari RRI daerah. Misalkan laporan warta berita, daerah juga banyak mengisi. Bergilir sesuai temanya. Ada juga aspirasi merah putih, bergilir host-nya. Disiarkan dari jam 12 malam samapai 5 pagi. Tetap disiarkan Pro 3 tapi tuan rumahnya bisa Yogya, Bandung, Medan, dan sebagainya. Kemudian ada acara sambung rasa, bergilir. Produksi RRI daerah tapi disiarkan nasional. Bergilir. Juga ada masalah otonomi daerah, bergilir. RRI daerah tidak melayani kepentingan daerah, tapi juga kepentingan nasional. Sebaliknya juga begitu.


Konten diserahkan untuk kepentingan daerah?


Jangan pemerintah daerah, tapi kepentingan wilayah. Pemerintah hanya mitra.


Untuk menjadi RRI yang ditunggu dan dinanti, masih panjang prosesnya?


Sama dengan Anda tanya ke Presiden, Indonesia yang diharapkan butuh makan waktu berapa lama? Proses. Tapi yang jelas kita memulai. Learning by doing, learning by sharing dan learning by serving. Dan tentuanya learning by earning, sambil dapat rejeki. Hahaha.


Dulu waktu masuk RRI, saya ragu. Karena saya bukan pegawai negeri, saya dari swasta. Apa saya nggak kewalahan menghadapi PNS yang stigamanya kurang produktif, kurang kreatif, kurang berani, karena pintar malas sama saja. Ternyata setelah dua tahun di sini, saya punya keyakinan. Teman-teman di sini bisa berubah. Asal diberi kebebasan.

Saya kasih kebebasan mereka untuk berkreasi, buatlah. Bikin kesalahan gak papa. Buat aja, jangan takut salah. Pernah ada kasus, anak buah saya lapor stasiun ini kurang senang sama pemberitaan RRI. Saya temui, gubernur daerah anu. Saya jelaskan. Masak you gak mau dikritik, justru bagus kan masukan buat you. Oke kalau setuju saya buat program, gubernur menyapa, bupati menyapa, bupati peduli. You ngomong, pendengar mereaksi Anda, untung kan.

Jadi saya beri kebebasan sekaligus perlindungan. Diancam dia, saya hadapi. Tanggung jawab Dirut. Kalau ada intervensi, saya yang akan selesaikan. Mereka pegawai negeri, asal diberi kebebasan untuk berkreasi, pasti bisa. Saya yakin itu. Itu kuncinya.


Road map RRI?

Lima tahun kepemimpinan saya dicerminkan dalam program dan produksi, juga pendapatan iklan. Harus jujur, iklan walau RRI nonkomersial, pendapatan iklan adalah salah satu indikator penting didengar atau tidaknya RRI sebagai program radio. Tahun 2005 kami sudah dapat Rp.6miliar, 2006 lalu Rp.12miliar, tahun ini targetnya Rp.20miliar. Mudah-mudahan tercapai. (dimas@bipnewsroom.info)

Maswardi : Usung Hidayat sulit menang, kalau tidak koalisi
[23 Juli 2008]
Narasumber: Prof.Dr.Maswardi Rauf,MA
Presiden PKS Tifatul Sembiring memberi sinyal PKS akan meninggalkan SBY di

Pilpres 2009. Mereka memilih capres yang usianya di bawah lima puluh tahun alias

'balita'. Hidayatkah? Bagaimana peluangnya?



Berikut petikan wawancara detikcom dengan pengamat politik dari UI Maswadi Rauf, Rabu (23/7/2008).



Presiden PKS Tifatul Sembiring menyatakan PKS belum tentu mendukung SBY di Pilpres 2009. Bagaimana penilaian anda?



Iya kan hal biasa itu. Koalisi SBY-PKS ini bukan koalisi yang pasti. Kita sudah

lihat koalisi sudah tidak utuh lagi dengan banyak suara-suara yang berbeda di

DPR.



Keputusan meninggalkan SBY itu peluangnya akan positif atau negatif?



Koalisi 2004 sudah tidak dapat bertahan lagi, bagaimana nasibnya pemerintahan?

Ini akan mengganggu jalannya pemerintahan sampai 2009. Pemerintah menjadi

terkotak-kotak, pengalaman Megawati berselisih paham dengan menterinya akan

terjadi lagi pada tahun mendatang. Kita tidak pernah belajar dari pengalaman!



Tapi dari sisi PKS, ini positif karena dia bisa mencalonkan orang lain.



Soal capres yang sebaiknya berusia di bawah lima puluh tahun (balita), apakah

akan menjadi pilihan terbaik?



Tidak. Jangan terlalu banyak pembatasan, apakah itu usia, pendidikan, laki-laki,

perempuan, yang penting pengalaman. Kalau tua tidak mampu, jangan dipilih. Saya prediksi akan ada paksaan untuk mencari calon di bawah 50 tahun. Tapi umur itu sebenarnya tidak penting. Kalau muda tidak berpengalaman, emosional dan tidak mengerti persoalan, itu masalah. Jadi kinerjanya jangan dilihat dari usia.



Peluang kader PKS misalnya Hidayat Nur Wahid maju?



Bagi PKS besar kemungkinan, bisa bersaing dengan yang lain. Di PKS tidak berarti

tidak ada calon yang lain, akan ada banyak nama yang muncul.



Kalkulasi Hidayat jika bersaing dengan capres lain bagaimana?



Ya memang harus ada koalisi. Tidak mungkin PKS sendiri. PKS kan partai kecil.

Tapi siapapun yang akan menjadi presiden memerlukan koalisi dan memperoleh

dukungan dari partai lain. Itu tergantung lobi-lobi menjelang pilpres nanti.



Ada persyaratan perolehan suara dalam Pemilu legislatif untuk bisa mendapat

dukungan yang kuat, semua partai harus menjalin koalisi. Kalau pun bisa, sulit

menang. Golkar saja tidak berani mengajukan orang.



Apakah Hidayat punya kans cukup kuat?



Ya memang orang PKS mendukung dia. Dalam Pemilu, pengalaman bisa saja, dia sudah

menjadi Ketua MPR, cukuplah untuk menjadi presiden. Itu kan nanti koalisi yang

akan memperkuat. Nggak mungkin sendirian. Bahkan PDIP merencanakan mencari

wapres dari kubu lain.



Pasangan terbaik untuk Hidayat kira-kira siapa?



Terbuka peluang macam-macam. Kalau dia dari Jawa, sebaiknya cari yang dari luar

Jawa. Jadi ini lobi yang akan sangat berperan.



Kalau peluang Tifatul maju jadi Capres 2009 bagaimana?



Di partainya sendiri belum tahu, kan nanti banyak saingan. Semua masih serba

cair. Dua-duanya baik Hidayat dan Tifatul punya peluang, tapi kita belum tahu.



//fr/detik.com
Mantan Kapolri Jendral Pol (purn) Rusdihardjo
[17 Januari 2008]
Narasumber: KPK Tahan Rusdihardjo
Komisi Pemberantasan Korupsi hari Rabu (16/1) menahan mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Rusdihardjo. Penahanan itu terkait dengan kasus dugaan korupsi pungutan dana pembuatan dokumen keimigrasian di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia.



Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Penindakan Chandra Hamzah mengatakan, surat KPK untuk menahan Rusdihardjo sebenarnya telah ada sejak tanggal 14 Januari lalu. Namun, karena kondisi kesehatan Rusdihardjo yang dikatakan sakit, penahanan itu ditunda.



KPK memberi rujukan kepada Rusdihardjo untuk mengobservasi kesehatannya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Walaupun belum mendapatkan hasil observasi dari RSCM, KPK tetap menahan Rusdihardjo pada Rabu sekitar pukul 17.00.



"Keputusan penahanan terhadap mantan Kepala Kepolisian RI itu dilakukan setelah KPK melihat kondisi Rusdihardjo memungkinkan," kata Chandra.



Dokter yang menangani Rusdihardjo mengatakan dia belum memerlukan tindakan segera seperti operasi. KPK menjemput Rusdihardjo yang masih berada di RSCM untuk kemudian menahannya.



Meski KPK telah mengeluarkan surat penahanan tertanggal 14 Januari, masa penahanan terhadap Rusdihardjo dihitung sejak tanggal 16 Januari 2008.



Menurut Chandra, awalnya KPK hendak menahan Rusdihardjo setelah RSCM menyerahkan hasil observasi. Namun, setelah dua hari RSCM belum juga menyerahkan hasil observasi dan kondisi Rusdihardjo memungkinkan, KPK memutuskan untuk menahannya. "Keputusan itu telah kami sampaikan kepada keluarga dan pengacaranya dan mereka tidak keberatan," katanya.



KPK menitipkan Rusdihardjo di rumah tahanan Mabes Polri, Jakarta, sekitar pukul 19.00.



Namun, Chandra mengatakan, jika hasil observasi nantinya menyatakan Rusdihardjo memerlukan tindakan medis lanjut, KPK akan membantar Rusdihardjo. KPK juga telah menahan mantan Kepala Bidang Keimigrasian KBRI di Malaysia Arihken Tarigan.



SK ganda



KPK memeriksa Rusdihardjo karena diduga terlibat dalam penerapan surat keputusan (SK) ganda terkait bea pembuatan dokumen keimigrasian di lingkungan KBRI di Malaysia. Adanya SK ganda bernomor 021/SKDB/099 memungkinkan pemungutan tarif dengan besaran berbeda.



SK itu sendiri sebenarnya ditandatangani mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia M Jacob Dasto menjelang masa akhir tugasnya. Mantan Duta Besar RI untuk Malaysia Hadi A Wayarabi yang menggantikan Jacob kemudian menerapkan SK ganda itu.



Salah satu SK tersebut mencantumkan tarif lebih rendah dari tarif pada SK lainnya. Dalam penerapannya, SK bertarif lebih besar digunakan untuk memungut biaya dari pemohon. SK dengan tarif lebih rendah digunakan sebagai dasar penyetoran penerimaan negara bukan pajak kepada Menteri Keuangan.



Ketika Rusdihardjo menggantikan Hadi A Wayarabi, ia juga menerapkan SK itu sejak Januari 2004 hingga Oktober 2005. KPK menduga, akibat penerapan SK ganda itu, negara dirugikan hingga Rp 16 miliar. Dalam kasus itu KPK menduga Rusdihardjo memperoleh Rp 2 miliar untuk dirinya dari pungutan tersebut.



Dalam kasus itu, hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis Wayarabi penjara dua tahun enam bulan. Vonis yang sama juga dijatuhkan kepada mantan Kepala Bidang Imigrasi KBRI di Malaysia Suparba Amiarsa. (JOS)





KPK Tahan Rusdihardjo

Dijemput di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo







BENAZIR, PUTRI DARI TIMUR
[29 Desember 2007]
Narasumber: MENDIANG MANTAN PM PAKISTAN BENAZIR BUTHO
Pikiran menerawang jauh, membayangkan lagi wajah dan sebagian ekspresi Benazir Bhutto ketika ditemui dua kali tahun 1988, termasuk sebuah wawancara panjang.

Di tengah rasa terkejut atas berita pembunuhannya, 27 Desember lalu, suara bergumam spontan keluar, "Bagaimana mungkin salah satu ikon demokrasi dari Dunia Timur itu tewas secara keji."

Masih teringat, dalam percakapan pada 22 September 1988, di rumah peninggalan ayahnya, Zulfikar Ali Bhutto, di Karachi (dulu ibu kota Pakistan), Benazir begitu yakin akan memenangi pemilu November tahun itu. Keyakinan itu kemudian terbukti benar. Luar biasa!

Wawancara itu ikut disaksikan ibunya, Ny Nusrat Bhutto, yang sesekali ikut nimbrung, dan dihadiri belasan tokoh inti Partai Rakyat Pakistan pimpinan Nusrat-Benazir.

Benazir yang waktu diwawancarai berusia 35 tahun, dan sedang hamil tua untuk anak pertama, tidak ingin dibandingkan dengan Presiden Filipina Cory Aquino, tapi lebih suka dibandingkan dengan John F Kennedy. "Boleh saja saya dibandingkan dengan Presiden Filipina. Ia juga sudah banyak mengalami penderitaan dan kehilangan suaminya. Ia juga hidup di bawah kediktatoran. Kami juga bangga karena keberhasilannya dalam perjuangan di Filipina," kata Benazir.

Namun, Benazir segera menambahkan, "Saya merasa kurang adil untuk membanding-bandingkan perempuan-perempuan pemimpin, apalagi hanya untuk dua perempuan saja. Saya berpikir, seyogianya yang dibandingkan adalah pemimpin yang seumur, atau pemimpin yang bersejarah."

Lebih jauh ia menyatakan, "Dalam arti tertentu saya lebih suka dibandingkan dengan John F Kennedy ketika ia tampil di panggung politik Amerika Serikat. Ia muda menurut ukuran Amerika, dan saya muda menurut ukuran Pakistan." Kennedy berumur 45 tahun ketika terpilih menjadi Presiden AS tahun 1961, dan Benazir berusia 35 tahun ketika diwawancarai.

"John F Kennedy harus melawan prasangka-prasangka kaku terutama karena ia seorang Katolik, apalagi belum pernah orang Katolik menjadi presiden di AS. Sedangkan saya adalah perempuan, dan seorang perempuan tidak pernah menjadi pemimpin di sebuah negara Islam. Dalam kondisi macam itu, saya harus melawan prasangka-prasangka kaku," katanya.

Tidak kalah menariknya ketika Benazir menyatakan, "Keinginan untuk membandingkan dengan John F Kennedy lebih karena saya beranggapan ia mempunyai cita-cita besar. Saya juga mempunyai idealisme bagi bangsa ini."

Proses identifikasi ini seakan menjadi lengkap ketika kematian Benazir mirip dengan yang dialami John F Kennedy tahun 1963. Keduanya mati ditembak di ruang publik.

Sekalipun sudah tiada, Benazir akan dikenang sebagai pembuat sejarah karena menjadi perempuan pemimpin pertama di negara Muslim, dan di lingkungan budaya yang menegasikan perempuan sebagai pemimpin.

Ketika ditanya tentang hambatan keagamaan dan kultural bagi perempuan untuk menjadi pemimpin, Benazir menyatakan, "Islam adalah agama yang mengajarkan persamaan. Tradisi dan sejarah Islam memiliki banyak contoh tentang perempuan yang ikut berperang. Jadi, saya tidak merasa perempuan tidak penting karena Islam bukanlah pesan untuk pria saja atau perempuan saja."

Dengan tegas pula Benazir menyatakan, "Islam merupakan sebuah pesan yang menyerukan semua pengikutnya selalu melawan tirani dan kebatilan kekuasaan. Saya berpikir, perlawanan itu merupakan tanggung jawab setiap orang, entah itu pria atau perempuan, tua atau muda."

Benazir juga tidak ingin melakukan politik balas dendam ketika ditanya tentang Jenderal Zia ul-Haq yang mengudeta dan menggantung ayahnya. "Kami bukan berpolitik untuk membalas dendam. Kami berpolitik karena kami mempunyai impian dan visi bagi negara kami. Kami menghendaki masyarakat kami maju dan makmur."

Tidak mungkin mengungkapkan lagi hasil wawancara yang dimuat lengkap pada harian ini edisi Sabtu 24 September 1988. Setelah berkuasa tahun 1988, Benazir semakin menjadi pusat perhatian sebagai salah satu bintang panggung paling populer dan seperti telah menjadi bagian dari legenda tentang kehidupan seorang putri kerajaan.

Putri mendiang PM Zulfikar Ali Bhutto ini memang terkenal lincah, cerdas, cantik, dan memiliki pesona pribadi sampai media Barat menjulukinya "Putri dari Timur". Tubuhnya semampai, bergaya aristokrat, orator berbakat dan berasal dari keluarga tuan tanah kaya.

Dalam usia 16 tahun, Benazir (yang dalam bahasa Urdu berarti tiada taranya) dikirim ke Harvard (AS) dan kemudian ke Oxford (Inggris). Selama menjadi mahasiswa di dua perguruan tinggi bergengsi itu, Benazir menjadi aktivis mahasiswa terkemuka. Bahkan, ia terpilih menjadi Ketua Forum Perdebatan Oxford yang terkenal itu, persis pada pekan ayahnya terpilih sebagai PM pada Desember 1971.

Sekalipun mendapat banyak tantangan dari kaum ekstremis dan kelompok penentang demokrasi, Benazir tidak mau menyerah, terus menjaga cita-cita, tanpa berkedip memandang jauh ke depan bagi Pakistan yang demokratis dan modern. Benazir pun dikenal sebagai "Daughter of Destiny", putri yang mampu menentukan arah sejarah meski hidupnya berakhir tragis.

Rikard Bagun - wartawan kompas
Wiranto : Pemerintah Harus Tegas Soal Tuduhan Pelanggaran HAM Berat Tim-Tim
[23 Juni 2006]
Narasumber: Mantan Menhankam/Pangab Jendral TNI Wiranto
Manta Panglima ABRI, Jendral ( Purn) Wiranto menegaskan pemerintah harus tegas soal tuduhan barat adanya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM ) berat yang dilakukan TVI semasa pasca jajak pendapat Tim-Tim 1999.

" Saya kecewa tidak kecewa dengan pemerintah, sesuai konstitusi negara harus melindungi rakyatnya malah membiarkan masalah ini berlarut-larut, padahal saya hingga saat ini tidak terbukti bersalah dan tidak dalam status tersangka" tegas Wiranto dalam wawancara di QTV Selasa 7/6 jam 19.00 di Jakarta.

"Kekerasan dan pembakaran rumah rakyat di Timor leste ( dulu timtim) yang dilakukan oleh rakyat tim tim sendiri saat ini membuktikan bahwa itulah karakter rakyat tim-tim, jadi jelas tidak ada alasan untuk menggantukan masalah ini pada TNI" Demikian Wiranto

Menurut mantan Menhankam/Pangab di era presiden Soeharto dan Habibie itu merrasa prihatin berbagai tuduhan yang dimuat dipundaknya soal berbagai pelanggaran akibt jajak pendat, sementara tidak satupun bukti bahwa dirinya terlibat. " saya ini sudah capek/ lelah /kenyang dengn berbagai tuduhan yang cenderung tendensius" tegas wiranto.

Serangkaian kerusuhan berdarah, kekerasan massa, dan potensi amuk sedang membayang eksistensi negara baru ini.

Tak pelak, kondisi ini mengingatkan memory publik pada sosok yang sangat berpengaruh dalam pentas politik Indonesia. Tak lain adalah Jend (Purn) Wiranto.

Tokoh yang selalu dikaitkan dengan dengan beragam berbagai peristiwa kontroversial di negeri ini. Figur yang dikesankan ‘untouchable’ sehingga tak banyak yang bisa melihat dari dekat, apa dan bagaimana sebenarnya peran Wiranto.

Kini Wiranto hadir untuk membuka selubung tabir semua rahasia yang diarahkan kepadanya. Saksikan Hanya di Oposisi. Sebuah tayangan dialog yang mengupas isu politik terkini. Membedah dibalik peristiwa yang mungkin luput dari perhatian. Sasksikan hanya di Q TV pada:

Berbagai pernyataan Timor Leste, negara kecil di celah Timor, yang dulunya adalah propinsi termuda Indonesia itu kini diambang perang saudara. Bahkan tak menutup kemungkinan tergelincir dalam kondisi sebagai ‘negara gagal’

Hari: Selasa, 6 Juni 2006 Pukul 19.00
Rerun 1: Jum'at, 9 Juni 2006 Pukul 23.00
Rerun II : Minggu, 11 Juniu Pukul 14.00

Bagi kawan-kawan aktifis sektor nirlaba yang tertarik mengembangkan program advokasi, baik berupa diskusi publik, seminar, peluncuran buku dll, silakan berkorespondensi dengan kami. Saat ini kami juga tengah bekerjasama dengan berbagai organisasi non pemerintah untuk mengembangkan tayangan program yang berkaitan dengan isu politik, demokrasi hukum, lingkungan dan beragam rencana program yang mendorong penguatan masyarakat madani.



Halaman :     1
 
Copyright © 2004-2009 indonesiasatu.com. All right reserved
Powered by
nifiradamha